HP MURAH

Tampilkan postingan dengan label bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bayi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Desember 2019

Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi

Tidak hanya orang dewasa saja, namun bayi juga bisa terserang perut kembung. Perut kembung pada bayi membuat bayi tidak nyaman sehingga dia dapat menjadi penyebab bayi kerap rewel dan sering menangis tanpa alasan. Sebenarnya perut kembung pada bayi hingga usia 3 bulan termasuk hal yang wajar, karena memang saluran pencernaannya belum berfungsi sempurna. Seiring bertambahnya usia, bayi juga dapat mengalami perut kembung karena mulai mencoba makanan yang berbeda untuk pertama kalinya. Oleh sebab itu Anda perlu mengenali tandanya dan mengetahui Obat mengatasi perut kembung.

Pada saluran pencernaan memang terdapat gas atau udara. Namun yang menjadi masalah jika gas di dalamnya berlebih. Pada anak yang lebih besar atau orang dewasa, gas tersebut dapat dengan mudah dikeluarkan. Namun cara mengatasi perut kembung pada bayi berbeda. Pasalnya, beberapa bayi tidak dapat dengan mudah mengeluarkan gas dari dalam perutnya dan membutuhkan bantuan orang dewasa untuk mengeluarkannya. Sebelum mengetahui cara mengatasi perut kembung pada bayi, Anda perlu mengenali tanda perut kembung pada bayi. Perut kembung biasanya disebabkan akibat menelan udara atau penguraian makanan melalui pencernaan. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan perut kembung pada bayi, antara lain:

1. Makanan yang dikonsumsi ibu

Bayi yang masih minum ASI dapat menghasilkan gas yang berlebihan saat ibu si kecil makan sayuran pembentuk gas seperti kembang kol, brokoli, kol, bawang bombai, atau kacang.

2. Salah posisi saat menyusui

Hal ini juga bisa menjadi penyebab bayi mengalami perut kembung. Jika posisi payudara atau botol susu salah posisi bisa membuat bayi menelan terlalu banyak udara.

3. Laktosa berlebihan

Hal ini terjadi biasanya ketika bayi mendapat terlalu banyak foremilk (ASI awal setiap kali si kecil mulai menyusui) yang kaya akan laktosa tapi rendah lemak. Kemudian tidak semua laktosa dicerna karena tidak ada cukup lemak untuk memperlambat proses ini. Akibatnya, terjadilah penumpukan gas yang berlebih pada perut bayi.

Jika bayi Anda mengalami kembung dan muntah yang tidak wajar, maka obat muntah aksi cepat sesuai dengan anjuran dokter dapat menjadi salah satu referensi bagi Anda di dalam mengatasinya.

Rabu, 19 Juni 2019

Zat Zat Makanan yang Bermanfaat untuk Perkembangan Janin

perkembangan janinBagi setiap orang tua khususnya ibu yang sedang mengandung, memperhatikan perkembangan janin dari waktu ke waktu merupakan sebuah hal yang perlu untuk dilakukan. Dengan melakukan hal ini maka si ibu bisa mengetahui bagaimana kondisi  dari janin yang di kandungnya tersebut apakah sehat atau tidak, ada gangguan ataukah tidak. Untuk melakukan hal tersebut bisa dilakukan dengan cara melakukan pemeriksaan tiap beberapa waktu sekali ke dokter kandungan.

Selain memperhatikan kondisi janin, tentunya ibu yang sedang mengandung juga harus memperhatikan juga asupan makanan yang dikonsumsinya. Karena saat seorang sedang hamil makanan yang ia makan tidak hanya untuk dirinya sendiri akan tetapi juga untuk bayi yang ada dalam kandungannya. Seperti yang kita ketahui bersama bayi dalam kandungan yang belum bia mendapatkan makanan sendiri ini mendapatkan zat zat maknan dan juga oksigen melalui darah yang mengalir pada tubuh ibu tersebut. Darah ibu ini mengalir pada pembuluh kapiler di plasenta / ari ari janin dan  zat zat makanan yang terkandung dalam darah si  ibu seperti glukosa, protein, lemak, oksigen dan lainnya akan sampai ke bayi dengan cara ini

Karena makanan yang dikonsumsi ibu hamil ini sangat berpengaruh untuk kesehatan dan juga perkembangan janin maka tentunya seorang ibu yang sedang hamil harus pintar pintar memilih jenis makanan yang dibutuhkan dirinya dan bayi yang dikandungnya. Beberapa jenis makanan yang biasanya dibutuhkan serta bermanfaat untuk ibu hamil dan bayi yang dikandungnya tersebut antara lain adalah sebagai berikut :

    1. Makanan yang mengandung zat besi
      Bagi seorang ibu yang sedang hamil zat besi ini memiliki manfaat yang cukup banyak. Misalnya saja dengan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi maka bisa mencegah terjadinya anemia atau kekurangan darah pada ibu hamil yang secara langsung atau tidak akan mempengaruhi perkembanan janin. Mengonsumsi zat besi dalam jumlah yang tepat juga dipercaya bisa mencegah terjadinya kelahiran bayi prematur, Selan itu zat juga mempengaruhi berat bayi nantinya. Adapun jenis makanan yang mengandung zat besi yang bisa dikonsumsi oleh ibu hamil ini antara lain adalah dari aneka jenis sayuran hijau, kacang merah, ikan dan juga ayam.
    2. Makanan yang Mengandung Asam Folat
      Asam folat merupakan salah satu zat yang berfungsi untuk mencegah atau meminimalisir terjadinya gangguan saraf pada bayi yang sedang dikandung, mencegah keguguran serta mencegah kelahiran bayi secara prematur. Adapun makanan makanan yang mengandung asam folat ini antara lain adalah bayam, brokoli, tomat, kacang kacangan dan yang sejenisnya.
    3. Makanan Berkalsium
      Kalsium memiliki peranan yang sangat penting dalam perkembangan tulang dan juga gigi dari bayi yang sedang ada dalam kandungan. Karena itu tida mengherankan jika saat seseorang sedang hamil kebutuhan kalsiumnya akan meningkat pesat. Adapun makanan yang mengandung kalsium ini antara lain adalah susu, keju, kacang almond, yoghurt dan lain sebagainya. Yag arus diperhatikan dalam mengonsumsi makanan berkalsium ini adalah sebaiknya jangan dilakukan bersamaan dengan makanan yang mengandung zat besi karena akan saling menghambat penyerapannya.
    4. Makanan yang Mengandung Vitamin
      Vitamin vitamin yang diperlukan oleh bayi yang sedang dikandung ini antara lain adalah vitamin D yang berfungsi untuk mempercepat proses penyerapan kalsium, vitamin C yang bisa membantu pertumbuhan otak dan memori janin, vitamin E yang berfungsi untuk membantu pendistribusian sari makanan ke plasenta , vitamin A yang bisa mencega polutan masuk ke paru paru janin dan vitamin B7 atau biotin yang berfungsi untuk membantu pertumbuhan janin.

Senin, 14 Januari 2019

Tips Memilih Pakaian Bayi yang Sesuai dengan Budget dan Kebutuhan

Dibandingkan dengan jenis pakaian umumnya, pakaian bayi harus disesuaikan dengan kulit mereka yang masih sangat lembut, seperti yang tertera pada link berikut https://www.sleekbaby.co.id/1000-hari-perlindungan/detail/beberapa-hal-yang-harus-bunda-perhatikan-saat-mencuci-pakaian-si-kecil . Sehingga baju bayi harus mampu memenuhi sejumlah persyaratan seperti memiliki daya serap keringat yang tinggi, tidak panas dan sejuk di kulit bayi. Untuk membantu Anda mempertimbangkan pilihan bahan baju bayi yang nyaman dan cocok dipakai oleh Si Kecil, di bawah ini merupakan beberapa bahan baju yang bisa Anda kenali melalui label pakaian bayi.

Cashmere

Cashmere termasuk bahan pakaian yang cenderung mewah dan umum ditemukan pada baju bayi karya desain berkelas. Jika tidak ingin membuang-buang uang, sebaiknya Moms jangan memilih baju bayi dengan bahan ini. Terlebih bahan baju ini kurang direkomendasikan bagi bayi karena bayi memiliki pertumbuhan yang sangat cepat.

Bamboo

Dari sekian banyak pilihan bahan baju bayi dari serat alami, bamboo termasuk sebagai pilihan yang cukup populer. Sangat cocok dipakai untuk outwear dan jenis bahan baju ini juga mudah menyesuaikan dengan suhu badan bayi. Termasuk juga bersifat anti bakteri dan anti alergi. Ini juga merupakan bahan yang dihasilkan dari 100% kapas.

Semua bahan tersebut memang sangat beragam bahan pembuatannya. Namun, Anda tidak perlu bingung untuk membersihkan pakaian tersebut dengan menggunakan sleek baby yang sudah terbukti aman bagi kulit bayi dan berbagai macam jenis bahan pakaian. Anda tidak lagi perlu mencemaskan mengenai bahan dasar dari pembersih yang dapat membuat kulit anak Anda menjadi alergi.

Kain katun kaos memiliki karakteristik bahan yang fleksibel dimana bisa membuat bayi bebas untuk bergerak, karena materialnya yang lembu dan menyerap keringat, maka tidak akan membuat Si kecil rewel meski bermain seharian. Selain itu, bahan katun yang dikombinasikan dengan bahan polyester juga pas jika digunakan sebagai bahan utama pembuatan pakaian bayi baru lahir. Selain lembut, kain katun juga bisa membuat bayi terasa hangat pada saat cuaca dingin seperti musim hujan.